Ruang Press - Diskusi mengenai masa depan jurnalisme dan peran media dalam demokrasi berlangsung di Forum Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Telkom University Purwokerto, melibatkan pelaku media di Jogja. Kegiatan ini bertujuan untuk mendalami dinamika media jurnalisme saat ini dan tantangan yang dihadapi ke depan.
FGD yang berlangsung di Bale Merapi, Jogja, dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Riset Telkom University Purwokerto, Catur Nugroho. Dalam pembukaannya, Catur mengangkat isu kuasa kepemilikan yang mengintervensi ruang redaksi, menyoroti bagaimana media berfungsi tidak hanya sebagai saluran informasi tetapi juga sebagai institusi yang membentuk realitas sosial.
Catur menjelaskan bahwa dalam konteks ekonomi politik komunikasi, kepemilikan media yang terkonsentrasi dapat memengaruhi agenda pemberitaan dan independensi redaksi. Meskipun intervensi pemilik media menjadi perhatian, beberapa pelaku media di Jogja menyatakan bahwa pengaruh pengiklan juga signifikan dalam menentukan produk jurnalistik yang diterbitkan. Dalam situasi ini, media memiliki daya tawar terhadap pengiklan, dan terjadi hubungan saling membutuhkan antara keduanya.
Diskusi juga menyoroti perubahan yang harus dihadapi media akibat perkembangan teknologi, seperti pola konsumsi audiens yang berubah dan munculnya disrupsi dari kecerdasan buatan (AI). Catur menekankan perlunya menggeser perspektif dari medianomics ke attention economics, di mana kemampuan untuk menarik perhatian publik menjadi kunci eksistensi media.
FGD ini juga mencatat tantangan yang dihadapi media dalam mempertahankan keterhubungan dengan audiens. Menurut laporan Reuters Institute, media tradisional semakin kesulitan menjangkau publik, yang berujung pada penurunan engagement dan kepercayaan. Dalam konteks ini, kualitas dan kredibilitas menjadi faktor pembeda utama bagi media, terutama di era di mana AI mampu menyajikan informasi dengan cepat.