SURABAYA, DISWAYMALANG.ID –Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim memperkirakan 7,7 Juta orang mudik menggunakan berbagai moda transportasi umum menuju Jawa Timur saat libur Lebaran 2026. Hal itu diungkapkan Kepala Dishub Jatim Nyono dlam rapat koordinasi persiapan mudik di Gedung Negara Grahadi pada Jumat, 20 Februari 2026 pagi. Rapat juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Menurut Nyono, kereta api menjadi moda transportasi paling tinggi peminat dengan total penumpang diperkirakan mencapai 2,92 juta. Disusul bus 2,67 juta penumpang, angkutan penyeberangan 1,23 juta penumpang. Sisanya, ditampung oleh transportasi udara.
”Akan ada kenaikan penumpang hingga 5,16 persen dibandingkan mudik lebaran di tahun 2025 lalu,” kata Nyono dikutip dari Harian Disway.
Untuk mempersiapkan lonjakan penumpang itu, Pemprov Jatim telah bekerja sama dengan berbagai pihak. Untuk menyiapkan angkutan guna menampung pemudik. Tercatat, sudah ada 6.637 bus dan 148 rangkaian kereta api yang siap menampung pemudik. Selain itu juga ada 302 pesawat, 55 kapal laut, dan 72 kapal penyeberangan.
Nyono menambahkan, untuk menjamin keamanan penumpang, pihaknya bakal melakukan inspeksi kendaraan umum mulai 22 Februari ini. Langkah tersebut tidak untuk memastikan bahwa kendaraan pengangkut pemudik benar-benar siap dan layak jalan.
BACA JUGA: BI Malang Siapkan Rp3,9 Triliun Uang Baru untuk Ramadan–Lebaran 2026
Selain dari sisi transportasi, keamanan jalan juga akan menjadi perhatian. Utamanya soal keamanan lalu lintas di area perlintasan sebidang di Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 555 titik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 164 titik telah dipasangi palang pintu. Sementara sisanya belum dipasangi pintu. ”Kami akan berkoordinasi dengan kabupaten kota. Untuk perlintasan tanpa palang pintu ini dijaga ketat selama masa mudik lebaran,” katanya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, rapat koordinasi ini penting untuk menegaskan kesiapan Jatim sebagai provinsi tujuan mudik.
Dalam rapat tersebut, Khofifah juga menyampaikan permintaan pada Kemenhub untuk penambahan 3 unit kapal selama musim mudik untuk melayani penyeberangan. Kapal-kapal tersebut penting untuk memberikan jaminan kepada pemudik di Jawa Timur yang berada di wilayah kepulauan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 164 titik telah dipasangi palang pintu. Sementara sisanya belum dipasangi pintu. ”Kami akan berkoordinasi dengan kabupaten kota. Untuk perlintasan tanpa palang pintu ini dijaga ketat selama masa mudik lebaran,” katanya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, rapat koordinasi ini penting untuk menegaskan kesiapan Jatim sebagai provinsi tujuan mudik.