Ruang Press - POJOKBANUA, BANJARBARU – Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan AAR (20), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari di Jalan Trikora Bundaran Palam Banjarbaru, Rabu (8/4/2026), mendapat atensi serius dari Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Antasari.
Perwakilan Dema UIN Antasari, Lutfi didampingi rekannya, Syarif langsung menyambangi Kamar Jenazah RSD Idaman Banjarbaru. Keduanya juga turut berduka atas musibah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan AAR.
“Hari ini kami berkomitmen untuk selalu mengawal kejadian ini dan bagaimana kita mendapatkan rasa keadilan kepada korban,” ucap Lutfi saat diwawancarai di Kamar Jenazah RSD Idaman
Lebih lanjut Lutfi memastikan, Dema UIN Antasari mengadvokasi keluarga korban untuk mendapatkan keadilan. Informasi yang didapat Dema UIN Antasari sejauh ini, korban sudah ditangani di RSD Idaman Banjarbaru.
“Kami masih mencari informasi terkait pelaku penabrakan dan dalam waktu dekat kita sambangi pelaku dan kita akan tanyakan kronologis,” jelasnya.
Terakhir, Lutfi menegaskan Dema UIN Antasari juga akan meminta pertanggungjawaban terhadap sopir kendaraan berat atas tewasnya AAR dalam kecelakaan di Bundaran Palam.
“Pertanggungjawaban pasti dan harus, karena korban sampai meninggal dunia,” tutupnya.
Sementara itu, pantauan di RSD Idaman Banjarbaru, tampak keluarga, kerabat dan teman sekampus korban berbondong-bondong mendatangi kamar jenazah.
Informasi dihimpun, jasad AAR akan langsung dibawa ke kampung halamannya di Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU) dan dimakamkan di pemakaman keluarga. (FN/KW)