Apresiasi Guru di Aceh Tamiang Terhadap Akselerasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan
Meja Pers

Apresiasi Guru di Aceh Tamiang Terhadap Akselerasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan

Rabu, 21 Januari 2026, para pendidik di Aceh Tamiang memberikan apresiasi terhadap akselerasi penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang ditujukan untuk daerah yang terdampak bencana. Salah satu suara yang mengemuka adalah dari Ayu Andriani, Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 1 Karang Baru, yang menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Ayu menilai kebijakan akselerasi dana BOSP sangat membantu dalam pemulihan proses pendidikan pascabanjir. "Dana akselerasi BOSP ini sangat berarti bagi kami, terutama untuk perbaikan mobiler dan pembersihan lingkungan sekolah agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan dengan baik," ujar Ayu pada Selasa, 20 Januari 2026.

Dia menjelaskan bahwa banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada sarana belajar, terutama pada meja dan kursi siswa. Sebagian besar mobiler sekolah terbuat dari bahan rakitan berbahan serbuk kayu yang tidak tahan terhadap rendaman air. "Kondisinya rusak berat. Meja dan kursi yang terbuat dari bahan rakitan rata-rata hancur karena terendam banjir," ungkapnya.

Saat ini, sekolah tengah melakukan proses reparasi terhadap sejumlah meja dan kursi yang masih memungkinkan untuk diperbaiki. Ayu menambahkan bahwa dalam waktu dekat, mobiler tersebut akan dilengkapi dengan sandaran agar dapat digunakan kembali secara lebih nyaman oleh para siswa. "Insya Allah, setelah perbaikan ini selesai, anak-anak bisa kembali belajar dengan lebih nyaman. Kami sebagai guru berharap semangat belajar mereka tetap terjaga meskipun sempat terdampak bencana," katanya.

Ayu juga berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan pendidikan di Aceh terus berlanjut, terutama bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan bencana. "Jika pendidikan bangkit, maka sektor lainnya juga akan ikut bangkit. Pendidikan adalah fondasi utama," tutupnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa keberlanjutan pembelajaran menjadi prioritas utama meskipun sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih. Murthalamuddin juga berharap dukungan pemerintah pusat dan semua pihak terus berlanjut agar pemulihan pendidikan pascabencana dapat berjalan optimal demi masa depan anak-anak Aceh.

You can share this post!