YPMAK Gelar Pelatihan Pengolahan Kelapa untuk Tingkatkan Ekonomi Lokal
Ruang Press - Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menyelenggarakan pelatihan pembuatan minyak goreng kelapa dan Virgin Coconut Oil (VCO) di Timika, Papua Tengah, sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pelatihan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga Timika sejak Rabu (25/2) hingga Sabtu (28/2) itu, menyasar warga Suku Kamoro di Kampung Uta dan wilayah Kokonao, serta sebagian masyarakat Timika yang hidup berdampingan dengan sumber daya kelapa di sepanjang wilayah pesisir.
Acara dibuka dengan penabuhan tifa sebagai simbol dimulainya pelatihan, dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat ekonomi masyarakat Papua melalui pengolahan sumber daya lokal.
Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka mengatakan program tersebut bertujuan mendorong masyarakat kampung, khususnya mama-mama dan bapak-bapak, untuk mengembangkan usaha rumahan (home industry) berbasis kelapa.
“Pelatihan diberikan langsung oleh orang asli Papua yang juga pelaku usaha dan eksportir, sehingga masyarakat tidak hanya belajar memproduksi yang berkualitas, tetapi juga memiliki akses pasar hingga ekspor,” ujar Leonardus.
Dalam pelaksanaannya, YPMAK menggandeng PT Dorei Kelapa Mandiri sebagai instruktur teknis guna mentransfer keterampilan pengolahan kelapa berbasis teknologi tepat guna, yakni teknologi sederhana, efisien, mudah diterapkan, dan sesuai dengan kondisi lokal.
Direktur PT Dorei Kelapa Mandiri Diah Mamoribo mengatakan melalui pelatihan tersebut peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis agar kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi seperti minyak kelapa dan VCO.
“Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga mengutamakan keberlanjutan dan ramah lingkungan dengan meminimalkan limbah serta memanfaatkan seluruh bagian kelapa secara bijak,” katanya.
Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga terdorong menjadi pelaku perubahan dan penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Pelatihan ini mengusung tema optimalisasi potensi kelapa sebagai sumber daya lokal yang melimpah, namun belum dikelola secara maksimal dari sisi kualitas dan nilai ekonomi.




