Inovasi Olahan Ikan Lele dan Nila Tingkatkan Ekonomi Lokal
Sumber Foto: RRI.co.id
Ekonomi

Inovasi Olahan Ikan Lele dan Nila Tingkatkan Ekonomi Lokal

RRI.CO.ID, Malang — Program Jagongan UMKM yang disiarkan Pro 4 RRI Malang, Sabtu (8/2/2026), menghadirkan Ahmad Riduwan, Ketua Poklahsar dari Dusun Karangjati, Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, yang mengembangkan usaha olahan ikan lele dan nila untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.

Ahmad Riduwan menjelaskan, bahan baku ikan lele dan nila diperoleh dari para pembudidaya lokal dengan sistem bagi hasil. “Kami bekerja sama langsung dengan pembudidaya, jadi hasil panen tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah agar nilainya lebih tinggi,” katanya

Ia menuturkan, hampir seluruh bagian ikan dimanfaatkan menjadi produk olahan. “Daging lele dan nila kami olah menjadi kerupuk amplang, durinya kami jadikan stik tulang ikan dan kerupuk tulang ikan, kulitnya diolah menjadi rambak, sedangkan jeroannya dimanfaatkan sebagai pakan ikan,” jelasnya.

Usaha pengolahan ikan tersebut telah dirintis sejak tahun 2016. Awalnya, kelompok hanya mengandalkan budidaya ikan lele, namun fluktuasi harga dan tingginya biaya pakan membuat hasil kurang stabil. “Karena harga lele sering naik turun dan biaya pakan tidak sebanding, kami beralih fokus ke produk olahan,” katanya.

Saat ini, usaha tersebut tergabung dalam Poklahsar Ramile—rambak kulit ikan lele—dengan jumlah anggota empat orang dalam satu kelompok. “Melalui Poklahsar sebagai kelompok pengolah dan pemasar, kami ingin menciptakan produk berkelanjutan seperti kerupuk tulang ikan yang bernilai tambah dan minim limbah,” pungkasnya.